Kasus Korupsi Timah: Penyitaan Kendaraan dan Surat Berharga dalam Operasi Kejaksaan Agung diKediaman HM

Kasus Korupsi Timah: Penyitaan Kendaraan dan Surat Berharga dalam Operasi Kejaksaan Agung diKediaman HM




Jakarta - Langkah tegas dalam menegakkan hukum kembali terwujud melalui serangkaian operasi penyidikan oleh Tim Penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (JAM PIDSUS), yang bertujuan mengungkap kebenaran dalam kasus korupsi yang melibatkan PT. Timah. Dilansir dalam Siaran Pers yang dirilis oleh Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kapuspenkum Kejagung RI) Dr. Ketut Sumedana, operasi tersebut memperlihatkan komitmen yang kuat dari pihak berwenang untuk menangani kasus-kasus korupsi dengan serius. Sabtu (20/4/2024)

"Penggeledahan dilakukan sebagai bagian dari upaya pencarian bukti tambahan dalam kasus Korupsi PT. Timah," ungkap Kapuspenkum.

Operasi ini, dilaksanakan pada Sabtu, 20 April 2024, menunjukkan keseriusan Tim Penyidik Kejagung dalam menghadapi tantangan hukum. 

Langkah awal dalam operasi ini adalah penggeledahan di rumah yang terkait dengan Tersangka Haervey Moeis (HM) di Kota Jakarta Barat pada Kamis, 18 April 2024.

"Dari hasil penggeledahan tersebut, Tim Penyidik berhasil menyita barang bukti kendaraan bermotor yang diduga kuat terkait atau merupakan hasil kejahatan," jelas Sumedana.

Barang bukti yang berhasil disita termasuk 1 unit mobil Lexus RX300 dan 1 unit Mobil Toyota Vellfire dari kediaman HM di Jakarta. 

Selain itu, Tim Penyidik juga berhasil menyita barang bukti berharga dan kendaraan bermotor dari Tersangka RI. Dari kediaman RI, tim berhasil mengamankan 1 unit mobil Toyota Zenix dan 1 unit Mobil Mercedes Benz E250.

"Tindakan penyitaan ini dilakukan guna memperoleh bukti yang cukup untuk mendukung proses penyelidikan dan pengungkapan kebenaran dalam kasus korupsi PT. Timah," tegas Kapuspenkum.

Operasi ini merupakan bagian dari upaya yang lebih besar untuk memberantas korupsi yang merajalela di sektor pertambangan Indonesia. 

Kasus korupsi yang berkaitan dengan tata niaga komoditas timah di wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT. Timah Tbk antara tahun 2015 hingga 2022 menjadi sorotan serius bagi pihak berwenang.

Langkah-langkah seperti penggeledahan dan penyitaan ini menjadi instrumen penting dalam menegakkan keadilan dan memberikan keyakinan kepada masyarakat bahwa hukum akan ditegakkan dengan adil. 

Kasus korupsi tidak hanya merugikan secara finansial, tetapi juga merusak kepercayaan masyarakat terhadap lembaga dan proses hukum.

Keberhasilan Tim Penyidik Kejagung dalam mengamankan barang bukti berharga yang terkait dengan kasus korupsi PT. Timah memberikan harapan bahwa keadilan akan ditegakkan dan para pelaku korupsi akan diadili sesuai dengan hukum yang berlaku. (KBO Babel)

Posting Komentar

0 Komentar