Tantangan dan Peluang di Balik Kerugian PT Timah Tbk (TINS) di Kuartal III 2023Oleh : Rikky Fermana,S.IP.,C.Me, C.Ij.,C.PW (Opini)

Tantangan dan Peluang di Balik Kerugian PT Timah Tbk (TINS) di Kuartal III 2023Oleh : Rikky Fermana,S.IP.,C.Me, C.Ij.,C.PW (Opini)


Kuartal III tahun 2023 telah menjadi masa yang penuh tantangan bagi PT Timah Tbk (TINS), perusahaan pertambangan timah yang telah lama menjadi ikon industri timah di Indonesia. Dalam pengumuman resmi, TINS melaporkan kerugian sebesar Rp84,7 miliar yang disebabkan oleh kombinasi faktor-faktor eksternal dan internal yang signifikan. Penurunan harga timah di pasar global dan penurunan permintaan menjadi penyebab utama kerugian ini. Namun, di balik cobaan yang dihadapi oleh TINS, terdapat potensi peluang dan langkah-langkah strategis yang diambil oleh perusahaan tersebut.

Kondisi yang Mempengaruhi Kinerja TINS

Penurunan harga timah yang mencapai US$27.017 per metrik ton hingga kuartal III 2023 dari US$35.026 per metrik ton pada periode yang sama tahun sebelumnya adalah dampak dari fluktuasi harga komoditas global. Faktor-faktor seperti penurunan permintaan global, ketegangan perdagangan internasional, serta situasi ekonomi global yang tidak stabil memainkan peran penting dalam penurunan harga timah. Kondisi ini secara langsung memengaruhi pendapatan TINS, mengakibatkan penurunan signifikan dalam penjualan logam timah. Hal ini menjadi salah satu faktor terbesar dalam pencatatan kerugian sebesar Rp84,7 miliar.

Tidak hanya penurunan harga timah, TINS juga menghadapi penurunan produksi bijih timah dan logam timah. Produksi bijih timah turun dari 14.502 ton pada tahun sebelumnya menjadi 11.201 ton di kuartal III 2023. Produksi logam timah mengalami penurunan yang signifikan, dari 14.130 metrik ton menjadi 11.540 metrik ton. Penurunan produksi ini secara langsung mempengaruhi penjualan logam timah yang hanya mencapai 11.100 metrik ton, atau 72 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 15.325 metrik ton.

Sebagai tambahan, TINS juga menghadapi kendala dalam menghadapi aktivitas pertambangan ilegal di wilayah konsesi pertambangan, yang memperumit upaya peningkatan produksi dan pengendalian biaya. Seiring dengan permasalahan tersebut, TINS juga terdampak oleh kebijakan ekspor timah mentah yang semakin ketat.

Langkah Strategis yang Diambil TINS

Meskipun menghadapi kondisi sulit, TINS menunjukkan komitmen untuk menjalankan efisiensi di berbagai lini bisnisnya. Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko TINS, Fina Eliani, mengungkapkan keyakinan bahwa upaya untuk mencapai target efisiensi akan memberikan kontribusi positif bagi kinerja perusahaan. Ini mencerminkan upaya serius TINS untuk tetap bertahan dalam menghadapi tantangan yang ada.

Selain itu, TINS juga telah mengambil beberapa langkah strategis untuk meningkatkan kinerja operasional dan produksinya. Ini termasuk penambahan kapal isap produksi dan peningkatan kapasitas produksi tambang primer. Selain itu, upaya untuk mengurangi aktivitas pertambangan ilegal di wilayah konsesi pertambangan adalah langkah yang sangat diperlukan untuk memastikan produksi timah yang berkelanjutan.

Perusahaan ini juga berkomitmen untuk mendukung perbaikan tata kelola pertambangan dan niaga timah di Indonesia, yang menunjukkan bahwa TINS menghargai keberlanjutan dalam industri pertambangan timah.

Peluang di Tengah Tantangan

Meskipun situasi yang dihadapi oleh TINS dalam kuartal III 2023 adalah sulit, ada beberapa peluang yang dapat diambil dari kondisi ini. Penurunan harga timah yang signifikan bisa menjadi peluang bagi TINS untuk mempertimbangkan diversifikasi bisnis atau upaya untuk meningkatkan efisiensi produksi.

Selain itu, perusahaan bisa memanfaatkan kerugian ini sebagai momentum untuk mengevaluasi proses bisnisnya secara menyeluruh dan mencari inovasi untuk meningkatkan daya saingnya. Terlebih lagi, fakta bahwa TINS mencatatkan beberapa rasio keuangan yang masih sehat, seperti Quick Ratio, Current Ratio, Debt to Asset Ratio, dan Debt to Equity Ratio, menunjukkan bahwa perusahaan ini memiliki pondasi yang kuat untuk menghadapi tantangan.

Dalam menghadapi perubahan harga timah yang fluktuatif, TINS juga dapat mempertimbangkan strategi lindung nilai yang lebih kuat dan mengelola risiko secara lebih efektif.

PT Timah Tbk (TINS) menghadapi kerugian sebesar Rp84,7 miliar di kuartal III 2023 akibat penurunan harga timah dan permintaan global. Namun, perusahaan ini tetap berkomitmen untuk mencari peluang di tengah tantangan. Langkah-langkah strategis yang diambil oleh TINS menunjukkan usaha serius untuk menjaga daya saing dan kinerja perusahaan. Di masa depan, perusahaan ini akan perlu menjalankan inovasi dan diversifikasi bisnis, serta memanfaatkan peluang yang muncul untuk terus berkembang dalam industri pertambangan timah yang kompetitif. 
(Penulis Penanggungjawab KBO Babel/Ketua DPD PJS Babel)

Posting Komentar

0 Komentar