Tragedi Dendam Remaja: Siswa SMP Tewas Dibunuh Setelah Insiden Bola Voli di Garut

Tragedi Dendam Remaja: Siswa SMP Tewas Dibunuh Setelah Insiden Bola Voli di Garut


Garut, Jawa Barat - Sebuah kasus tragis mengguncang Garut, Jawa Barat, ketika seorang siswa SMP berusia 13 tahun, yang dikenal dengan inisial AG atau Agum Gumelar, tewas dibunuh oleh temannya sendiri. Pembunuhan yang melibatkan dua remaja ini berawal dari seorang perasaan sakit hati yang timbul saat bermain bola voli bersama. 

Kasus ini menjadi peringatan serius tentang pentingnya penyelesaian konflik dan pengelolaan emosi yang sehat pada kalangan remaja. Konflik seharusnya diselesaikan dengan damai, namun dalam kasus ini, kebencian dan dendam mengantarkan pada sebuah tragedi yang tidak terbayangkan. 

Pada awalnya, AG dan teman sebaya bermain bola voli bersama. Namun, perasaan sakit hati muncul saat bola voli mengenai wajah terduga pelaku sebanyak tiga kali. Kasat Reskrim Polres Garut, AKP Ari Rinaldo, mengungkapkan bahwa perasaan marah yang tidak terkendali tersebut kemudian berlanjut ketika kedua remaja itu berenang bersama di Sungai Cimanuk. 

Meskipun AG sempat hanyut saat berenang, terduga pelaku menolongnya. Namun, yang membuat peristiwa ini semakin tragis adalah tindakan pelaku setelah menyelamatkan AG. Ia membunuh AG, yang kemudian ditemukan meninggal dunia di Sungai Cimanuk pada Jumat, 3 November 2023, setelah sepekan hilang. 

Keluarga korban mengalami trauma mendalam, dan upaya untuk memberikan pendampingan trauma healing sudah diupayakan. Hal ini sangat penting mengingat dampak psikologis yang dialami oleh keluarga korban. 

Kejadian ini juga menjadi sorotan terkait perlunya upaya yang lebih serius dalam melindungi perempuan dan anak-anak. Peraturan Daerah (Perda) tentang Perlindungan Perempuan dan Anak harus dijalankan dengan lebih ketat, dan sosialisasi perlu ditingkatkan. Kehadiran media sosial juga bisa dimanfaatkan untuk menyampaikan pesan-pesan positif dan edukatif kepada anak-anak muda. 

Penting untuk memastikan bahwa kasus seperti ini menjadi pelajaran bagi semua pihak, terutama dalam mengelola konflik dan emosi pada kalangan remaja dengan lebih bijak dan damai. (Sumber: KBO Babel,Editor/Penulis : Zulfikar)

Posting Komentar

0 Komentar