Tragedi Buaya Menewaskan Bocah di Bangka: Claudia Sintia Sella Tewas Diterkam, Warga Diminta Waspada

Tragedi Buaya Menewaskan Bocah di Bangka: Claudia Sintia Sella Tewas Diterkam, Warga Diminta Waspada



Bangka,  - Kecamatan Sungaiselan, Kabupaten Bangka Tengah, diguncang oleh tragedi memilukan ketika seorang bocah perempuan, Claudia Sintia Sella (7 tahun), tewas setelah diterkam buaya. Kejadian tragis ini terjadi pada Minggu (28/1) sore, sekitar pukul 17.15 WIB, di pinggir kolong dekat Sungai Air Rabang, Parit 1, Desa Sungaiselan. Senin (29/1/2024).

Saat kejadian, Claudia sedang bermain dengan temannya, Adit, di area kawasan sungai tersebut. Menurut Kapolsek Sungaiselan, AKP Bobory Niko, korban sebelumnya telah diperingati oleh neneknya, Tina, untuk tidak bermain di pinggiran kolong. 

Meskipun demikian, nasihat tersebut diabaikan, dan Claudia bersama temannya asyik bermain di pinggir kolong bekas Tambang Inkonvensional (TI).

Kisah pilu ini bermula pada pukul 17.15 WIB ketika tubuh mungil Claudia tiba-tiba disambar buaya dan ditarik ke dalam air, kemudian diseret ke tengah kolong. 

Teman Claudia yang menyaksikan insiden tragis tersebut langsung berteriak meminta pertolongan. Teriakan itu didengar oleh ayah Claudia, Dedy, yang saat itu bekerja sekitar 20 meter dari lokasi kejadian.

Dedy, setelah mendengar teriakan teman putrinya, melihat Claudia terapung diseret buaya di tengah kolong. Dalam usahanya menyelamatkan anaknya, sang ayah berlari dan hendak menyeburkan diri ke dalam kolong. 

Namun, aksi heroiknya dicegat oleh seorang temannya. Dalam kondisi panik, Dedy dan temannya berhasil memblokade kolong yang terhubung dengan sungai, menghalangi buaya dan Claudia melarikan diri ke dalam sungai.

Upaya penyelamatan akhirnya berhasil, dan setelah setengah jam berjuang, Dedy menemukan anaknya terapung di kolong dengan beberapa luka di tubuhnya. 

Claudia segera dibawa ke Puskesmas Sungaiselan di Jalan Batin Tikal 01 Sungaiselan untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. Sayangnya, pada pukul 17.50 WIB, tim medis Puskesmas menyatakan Claudia meninggal dunia.

Kapolsek Sungaiselan, AKP Bobory Niko, membenarkan serangan buaya yang menewaskan Claudia. Ia mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada, mengingat Sungaiselan merupakan habitat buaya yang cukup banyak, terutama di alur Sungaiselan. Camat Sungaiselan, Jakara Akbar, juga mengonfirmasi kematian Claudia akibat diterkam buaya.

Manager Pusat Penyelamatan Satwa Alobi Foundation Bangka Belitung, Endy R Yusuf, mengecam insiden tersebut dan mengingatkan warga setempat untuk waspada saat beraktivitas di wilayah yang menjadi habitat buaya. 

"Kita tahu kawasan itu memang habitat buaya, kami mengimbau masyarakat yang sudah tahu suatu wilayah itu habitat buaya untuk mengurangi aktivitas di daerah tertentu yang ada buaya untuk menghindari kejadian seperti ini," ujar Endy.

Endy juga menyoroti konflik antara manusia dan buaya yang sering terjadi akibat gangguan terhadap habitat buaya, khususnya di kawasan bekas tambang. 

Ia menekankan pentingnya kesadaran bersama masyarakat dalam menjaga habitat dan ekosistem agar konflik serupa tidak terulang.

Kejadian ini menjadi pelajaran berharga untuk masyarakat sekitar dan pihak berwenang untuk meningkatkan tindakan preventif, memahami risiko di daerah yang menjadi habitat buaya, dan menjaga keselamatan warga, khususnya anak-anak. 

Tragedi Claudia Sintia Sella harus menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran akan bahaya dan pentingnya konservasi habitat di wilayah yang memiliki risiko serangan binatang buas. (Sumber : Bangka Pos, Penulis : Annga, Editor : Zulfikar)

Posting Komentar

0 Komentar