2Oknum Polair Polda Babel, Pakaian Preman, Jadi Pengawal Beraktifitas Tambang Ilegal di Batu Hitam

2Oknum Polair Polda Babel, Pakaian Preman, Jadi Pengawal Beraktifitas Tambang Ilegal di Batu Hitam


Oke pak com
Bellinyu - Aktivitas tambang ilegal kembali menjadi sorotan di perairan Batu Hitam, Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka. Dua oknum anggota Kepolisian Air (Polair), yang diduga berpakaian seperti preman, disebut-sebut turut mendampingi koordinator tambang timah ilegal, DD, dalam operasi tersebut. Kamis (22/2/2024).

Informasi yang diungkapkan oleh sumber tertutup kepada media ini pada Rabu petang 21 Februari 2024, menegaskan bahwa ponton-ponton tambang tersebut dikelola oleh sejumlah koordinator tambang, termasuk DD, KS, dan A. Diduga, aktivitas tambang ilegal di lokasi tersebut melibatkan sekitar 100 hingga 200 ponton.


Ketegangan muncul di antara para nelayan yang merasa resah dengan keberadaan aktivitas tambang ilegal tersebut.

Mereka menyuarakan ketidakpuasan terhadap penegakan hukum yang dinilai cenderung memihak kepada para penambang yang memiliki kekuatan finansial. 

Keheranan juga muncul mengingat sebelumnya telah dilakukan penertiban oleh tim gabungan pada tanggal 30 Desember 2023.


Sejumlah instansi terlibat dalam upaya penertiban, termasuk Polsek Belinyu, Satpolair Polres Bangka, Ditpolairud Polda Babel, dan Posmat TNI AL Belinyu.


Meskipun demikian, aktivitas tambang ilegal kembali beroperasi, meninggalkan kegelisahan di kalangan nelayan.


Upaya konfirmasi sedang dilakukan kepada Direktur Kepolisian Air dan Udara (Dir Polairud) Kepolisian Daerah Provinsi Bangka Belitung (Babel) untuk mendapatkan klarifikasi terkait situasi ini.


Namun pihak Ditpolairud Polda Kep Babel belum memberikan klarifikasi atau tanggapannya terkait disinyalir 2 Oknum anggotanya yang pasang badan beraktifitas tambang timah ilegal di perairan Batu Hitam dan sekitarnya.


Kondisi ini menyoroti kompleksitas dalam penegakan hukum dan penanganan aktivitas ilegal di sektor tambang, di mana kepentingan ekonomi seringkali berbenturan dengan keberlanjutan lingkungan dan keadilan sosial.


Masyarakat berharap adanya tindakan yang lebih tegas dan efektif dari pihak berwenang terutama kepada Kapolda Kepulauan Bangka Belitung turun mengambil langkah tegas untuk mengatasi masalah ini demi kepentingan bersama dan masyarakat setempat. (KBO Babel)

Posting Komentar

0 Komentar