Kisah Kehilangan Muhammad Zakuan (13): Jejak Pencarian di Sungai Menduk yang Berakhir Tragis

Kisah Kehilangan Muhammad Zakuan (13): Jejak Pencarian di Sungai Menduk yang Berakhir Tragis

Tragedi Menimpa Muhammad Zakuan: Diterkam Buaya Saat Mandi di Sungai Menduk


Kisah Kehilangan Muhammad Zakuan (13): Jejak Pencarian di Sungai Menduk yang Berakhir Tragis

Duka Desa Mendo: Muhammad Zakuan (13) Ditemukan Tak Bernyawa setelah Hilang di Sungai Menduk

Tragedi di Sungai Menduk: Muhammad Zakuan (13) Ditemukan Tewas Setelah Diterkam Buaya

Bangka - Sebuah tragedi mencekam melanda Desa Mendo, Kecamatan Mendo Barat, saat seorang bocah laki-laki, Muhammad Zakuan (13), menghilang tanpa jejak setelah pergi mandi di Sungai Menduk. Pada Kamis (15/2), saat senja mulai menjelang, kepergian Zakuan terhenti secara mendadak, diduga akibat serangan buaya yang mematikan. Jumat (16/2/2024).

Warga sekitar dan aparat keamanan segera merespons dengan cepat, menyatukan kekuatan dalam upaya pencarian yang dilakukan dengan tekun dan penuh harapan. 

Suasana haru terasa menggelayuti mereka, ditambah dengan suara adzan yang menggema melintasi daerah tersebut, menciptakan aura kesedihan yang melingkupi pencarian yang penuh tantangan.

Menggunakan perahu nelayan, warga bersama pihak terkait menyusuri Sungai Menduk tanpa kenal lelah. Setiap sudut sungai dijelajahi dengan penuh hati-hati, sementara gelombang getar ketakutan dan kekhawatiran melanda setiap orang yang terlibat dalam misi penyelamatan tersebut.

"Ilmu buaya yang ada di wilayah ini cukup tinggi, jadi kita harus waspada dan berhati-hati dalam melakukan pencarian," ujar Kapolsek Mendo Barat, Iptu Defriansyah, yang memimpin operasi pencarian dengan penuh dedikasi. 

Korban, seorang pelajar kelas satu SMP yang berusia muda, dikenal sebagai sosok yang ceria dan penuh semangat. 

Namun, takdir berkata lain pada malam itu ketika Zakuan ditemukan dalam kondisi tak bernyawa sekitar pukul 20.15 WIB, mengakhiri pencarian yang penuh ketegangan.

"Terduga korban telah ditemukan, namun sayangnya, ia sudah dalam keadaan tak bernyawa," ungkap Iptu Defriansyah dengan suara serak, membawa kabar duka bagi keluarga dan seluruh warga di sekitar.

Kesedihan menyelimuti Desa Mendo, dengan setiap orang meratapi kepergian Zakuan yang begitu tragis. Langkah-langkah cemas dan gelisah digantikan dengan tangisan tulus dan doa yang mengiringi kepulangan sang bocah ke rumah terakhirnya.

Setelah upaya pencarian yang panjang dan melelahkan, Muhammad Zakuan akhirnya bisa kembali ke pelukan keluarganya. 

Namun, kesedihan dan duka yang tersisa akan terus membekas dalam ingatan setiap orang yang terlibat dalam peristiwa tragis ini. 

Sungai Menduk, saksi bisu dari kejadian malang ini, mengingatkan kita akan kekuatan alam yang tak terduga dan pentingnya kehati-hatian dalam setiap langkah kehidupan. (Penulis : Joy, Editor : Adinda)

Posting Komentar

0 Komentar